Badung, BaliUpdate.id – Kawasan Canggu, Kabupaten Badung, kembali menjadi sorotan publik setelah kemacetan parah di sejumlah ruas jalan viral di media sosial. Video dan foto yang memperlihatkan antrean kendaraan mengular panjang tersebar luas di Instagram, TikTok, dan platform X sejak akhir pekan lalu. Kemacetan tersebut memicu keluhan warga lokal maupun wisatawan yang merasa aktivitas mereka terganggu.
Dalam sejumlah unggahan yang beredar, terlihat kendaraan roda dua dan roda empat nyaris tidak bergerak selama berpuluh-puluh menit. Kemacetan paling terasa di jalur utama menuju kawasan wisata, kafe, dan vila yang padat aktivitas. Banyak pengguna media sosial menyebut kondisi lalu lintas di Canggu semakin tidak terkendali, terutama pada jam sibuk sore hingga malam hari.
Warga setempat mengaku kemacetan bukan lagi fenomena musiman, melainkan sudah menjadi persoalan harian. Aktivitas masyarakat lokal, termasuk bekerja dan mengantar anak ke sekolah, ikut terdampak. “Dulu macet hanya saat akhir pekan, sekarang hampir setiap hari,” tulis salah satu warga dalam kolom komentar unggahan viral tersebut.
Wisatawan pun turut menyuarakan keluhan. Sejumlah turis asing menyebut perjalanan singkat yang seharusnya ditempuh dalam 10 menit bisa memakan waktu lebih dari satu jam. Kondisi ini dinilai mengurangi kenyamanan berwisata dan berpotensi merusak citra Canggu sebagai destinasi favorit dengan suasana santai.
Menurut pengamat pariwisata, kemacetan di Canggu merupakan dampak dari pesatnya pertumbuhan kawasan tanpa diimbangi infrastruktur memadai. Pembangunan vila, kafe, beach club, dan akomodasi wisata terus meningkat, sementara kapasitas jalan relatif tidak berubah. Ketidakseimbangan ini memicu tekanan besar pada sistem lalu lintas.
Pemerintah daerah sebenarnya telah menyadari persoalan ini. Sejumlah wacana penataan lalu lintas dan pengalihan arus pernah disampaikan, namun implementasinya dinilai belum optimal. Warga berharap adanya langkah konkret dan terukur agar kemacetan tidak semakin parah, terutama menjelang musim liburan.
Selain faktor infrastruktur, perilaku pengguna jalan juga dinilai memperparah situasi. Parkir sembarangan, kendaraan berhenti di bahu jalan, serta minimnya kesadaran berlalu lintas menjadi masalah yang kerap disorot. Dalam video viral, terlihat beberapa kendaraan berhenti sembarangan di depan kafe dan tempat usaha, mempersempit ruang jalan.
Pelaku usaha di kawasan Canggu berada di posisi dilematis. Di satu sisi, ramainya pengunjung membawa dampak ekonomi positif. Namun di sisi lain, kemacetan berpotensi menurunkan minat wisatawan untuk kembali berkunjung. Beberapa pemilik usaha mengaku mulai menerima keluhan langsung dari pelanggan terkait sulitnya akses menuju lokasi mereka.
Pemerhati tata kota menilai solusi kemacetan Canggu tidak bisa bersifat jangka pendek semata. Penataan kawasan, pembatasan pembangunan, serta pengembangan transportasi alternatif menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan. Tanpa kebijakan tegas, kemacetan dikhawatirkan akan semakin parah seiring bertambahnya jumlah kendaraan dan aktivitas pariwisata.
Di media sosial, perdebatan pun bermunculan. Sebagian warganet meminta pemerintah bertindak tegas, sementara yang lain menilai wisatawan dan pelaku usaha juga harus ikut bertanggung jawab. Tagar terkait kemacetan Canggu bahkan sempat menjadi trending lokal, menandakan isu ini mendapat perhatian luas.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi terbaru dari pihak berwenang terkait langkah penanganan jangka pendek. Namun, publik berharap viralnya kemacetan Canggu dapat menjadi momentum untuk percepatan solusi nyata. Tanpa penanganan serius, kawasan yang selama ini dikenal sebagai ikon gaya hidup dan pariwisata modern Bali berisiko kehilangan daya tariknya. (Tim)















